Logo Yayasan Maqroah
Imam Syatibi
Header Maqroah Imam Syatibi

Maqroah Imam Syatibi

Logo Maqroah Imam Syatibi

Maqroah Imam Syatibi

Belajar Al Quran dan Arabic bersama Masyayikh timur tengah

Profil Maqroah Imam Syatibi (MAIS)
Maqroah Imam Syatibi (MAIS) adalah lembaga pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab yang berstandar sanad dan berlandaskan manhaj salaf. MAIS membuka akses pembelajaran bagi semua kalangan—ikhwan dan akhwat, dari usia dini (3 tahun) hingga usia lanjut (80 tahun), baik bagi yang belum bisa membaca huruf Arab maupun yang ingin meningkatkan kualitas bacaan dan hafalannya.
Dengan kurikulum yang terstruktur dan dibimbing langsung oleh para masyayikh dan Asatidzah berstandar sanad dan berkompeten, MAIS bertujuan mencetak generasi Muslim yang mampu membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an dengan baik, serta mampu berkomunikasi dalam Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an.

Visi & Misi Maqroah Imam Syatibi (MAIS)
Visi
Menjadi lembaga unggulan dalam pendidikan Al-Qur’an dan Bahasa Arab yang melahirkan generasi Muslim yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Salafus Shalih, serta mampu menggunakan Bahasa Arab secara aktif dan tepat.

Misi
- Menyelenggarakan pembelajaran Al-Qur’an yang berstandar sanad, dibimbing langsung oleh masyayikh dari Timur Tengah.
- Mengembangkan kemampuan berbahasa Arab secara lisan dan tulisan bersama pengajar native speaker dari Timur Tengah.
- Menyediakan lingkungan belajar yang nyaman, interaktif, namun tetap terarah dengan target mingguan yang jelas.
- Menanamkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pembelajaran untuk membentuk karakter yang islami dan berakhlak mulia.
- Mendorong peserta didik untuk mencintai Al-Qur’an dan Bahasa Arab sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.

Target & Metode Pembelajaran semua kelas di Maqroah Imam Syatibi :

1. Kelas Tahsin & Tahfidz
Peserta: Anak-anak & Dewasa (ikhwan dan akhwat)
Target Pembelajaran:

SIswa Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai standar sanad.
Siswa Memiliki hafalan yang kuat melalui sistem hafalan dan murojaah yang terstruktur.
Siswa Memahami kaidah tajwid dan mampu menerapkannya dalam bacaan sehari-hari.

Metode Pengajaran:
Metode talaqqi dan musyafahah langsung bersama Syeikh/Syeikhah bersanad.
Program hafalan dan murojaah harian serta evaluasi mingguan.
Aktivitas pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

2. Kelas Arabic
Peserta: Anak-anak & Dewasa (ikhwan dan akhwat)
Target Pembelajaran:

Membekali siswa dengan kemampuan membaca dan menulis teks-teks Bahasa Arab dasar hingga menengah.
Mendorong siswa agar mampu berkomunikasi secara aktif dan percaya diri menggunakan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, baik secara lisan maupun tulisan.
Menanamkan pemahaman struktur bahasa dan mufradat (kosakata) melalui pendekatan kontekstual.

Metode Pengajaran:
Program pembelajaran Bahasa Arab di Maqroah Imam Syatibi menggunakan metode yang terstruktur, bertahap, dan komunikatif, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada empat keterampilan utama: mendengar (istima’), berbicara (kalam), membaca (qira’ah), dan menulis (kitabah).
Pembelajaran ini menggunakan kitab Durus al-Lughah al-‘Arabiyyah (دروس اللغة العربية), karya Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, sebagai buku utama yang telah terbukti efektif dalam mengajarkan Bahasa Arab.

Langkah-Langkah Metode Pengajaran:

- Qira'ah (Membaca)
Siswa diajak membaca teks dalam kitab Durusul Lughah, baik secara individu maupun klasikal, untuk melatih pelafalan, intonasi, dan memahami struktur kalimat. Pengajar akan memperbaiki kesalahan bacaan dan menjelaskan makna kata serta konteks kalimat.
- Kitabah (Menulis)
Setelah memahami teks, siswa diminta menyalin dan menulis ulang kalimat dari pelajaran. Latihan ini melatih kemampuan menulis huruf, kata, dan menyusun kalimat Bahasa Arab dengan benar, sekaligus menghafal struktur bahasa.
- Hiwar (Percakapan)
Pengajar memfasilitasi praktik percakapan berdasarkan kosakata dan struktur yang dipelajari. Aktivitas ini dilakukan secara berpasangan atau kelompok kecil untuk mendorong siswa berbicara aktif dan membangun kepercayaan diri.
- Tadribat (Latihan)
Beragam latihan disiapkan untuk memperkuat pemahaman, seperti menjawab pertanyaan, menyusun kalimat, menerjemahkan, dan mengisi bagian yang kosong dalam kalimat. Semua latihan mendukung pemahaman tata bahasa (nahwu dan sharaf) secara bertahap.

3. Kelas TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an)
Peserta: Anak-anak usia dini hingga sekolah dasar (Ikhwan dan Akhwat)

Program TPA di Maqroah Imam Syatibi dirancang sebagai pondasi awal pembelajaran agama untuk anak-anak, dengan pendekatan yang menyenangkan dan terarah. Siswa dibimbing agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, mengenal huruf hijaiyah, menghafal surat-surat pendek, serta mempelajari tata cara sholat sesuai sunnah Rasulullah ﷺ dan mempelajari Adab sehari hari dalam bermu'amalah.

Target Pencapaian:
Siswa mampu mengenal dan menghafal huruf hijaiyah dengan makhraj yang benar.
Siswa mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dengan metode yang sistematis.
Siswa Hafal lancar juz 30.
Siswa dapat melaksanakan sholat lima waktu dengan tata cara yang benar sesuai dengan ajaran Rasulullah ﷺ.

Metode Pengajaran:
1. Metode Aisar
Metode Aisar adalah metode membaca Al-Qur’an yang praktis dan progresif, dengan pendekatan tahapan fonetik (bunyi), pengenalan makhraj, dan struktur bacaan dasar. Aisar menekankan:
- Pelafalan huruf secara bertahap dan benar.
- Pemahaman dasar-dasar tajwid sejak dini.
- Penguatan keterampilan membaca dari suku kata, kata, hingga ayat.

2. Metode An-Nuraniyah
Metode ini dikenal sebagai metode klasik yang sangat efektif dalam:
Mengajarkan huruf hijaiyah dengan fokus pada makhraj (tempat keluar huruf) dan sifat huruf.
Menumbuhkan ketelitian dalam membaca Al-Qur’an.
Melatih telinga siswa melalui pengulangan dan pembacaan bersuara keras (jahr).
Kedua metode ini dikombinasikan secara terintegrasi, sehingga siswa mendapatkan pemahaman fonetik yang kuat dan keterampilan membaca yang progresif.

3. Murojaah Hafalan
Program hafalan difokuskan pada surat-surat pendek pilihan dari Juz 30.
Hafalan dilakukan secara berulang (murojaah) setiap pekan.
Setiap siswa memiliki buku pantauan hafalan yang ditinjau oleh guru dan orang tua.

4. Pembelajaran Sholat Sesuai Sunnah
Siswa diajarkan gerakan sholat dan doa-doa dalam sholat secara perlahan dan bertahap.
Materi bersumber dari hadits-hadits shahih tentang tata cara sholat Nabi ﷺ.
Praktik dilakukan secara berulang, demonstratif, dan berbasis keteladanan (role model) dari guru.


BERIKUT INFORMASI KELAS DI MAQROAH IMAM SYATIBI DARI MASING - MASING CABANG